Era Digital, “Surga” bagi Generasi Milenial

Era Digital, “Surga” bagi Generasi Milenial

Berbicara tentang “Digital” merupakan sesuatu yang tak terelakkan lagi di era industri 4.0 ini. Kata Digital sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi atau anak sekolahan sering menyebutnya TIK, bahasa kerennya ICT (Information and Communication Technology). Hal ini ditandai dengan banyaknya gadget-gadget yang sophisticated alias canggih bin keren yang saling terkoneksi melalui jaringan internet. Sebut saja smartphone, tablet, notebook, PC dan masih banyak lagi yang saat ini merupakan bagian dari kebutuhan dan life style manusia jaman now, khususnya para generasi milenial.

Dalam hal ini, generasi milenial sangat diuntungkan karena mereka yang notabenenya lahir di era digital tentunya sudah sangat familiar dengan hal-hal yang berbau “digital” tersebut. Sebut saja smartphone dan notebook yang mungkin sejak mereka lahir sudah dalam genggaman mereka. Smartphone, laptop/notebook, dan internet merupakan pilar penting penanda eksistensi era digital. Dengan adanya kemajuan teknologi telah membantu manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari maupun yang berkaitan dengan pekerjaan. Beberapa aspek yang paling menonjol yaitu:

  1. Komunikasi
    Dengan adanya ponsel pintar atau smartphone, membuat komunikasi lebih mudah. Bayangkan saja sebelum adanya handphone ataupun telepon. Orang-orang berkomunikasi melalui surat dengan perantara “pak pos” ataupun burung merpati (di film-film jaman dulu, heheh..). Itupun membutuhkan beberapa hari agar surat yang dikirim dapat diterima oleh orang yang dituju. Saat ini, hanya dengan smartphone kita dapat langsung menyampaikan pesan ataupun berkomunikasi langsung dan bahkan bertatap muka langsung tanpa ada Batasan jarak dengan aplikasi seperti whatsapp, line, facebook dengan berbagai macam fiturnya.
  2. Bisnis
    Dengan berkembangnya teknologi saat ini, sangat membantu para pengusaha/penjual dalam menjalankan bisnisnya. Sebut saja Bisnis online seperti jualan baju, makanan,ataupun perusahaan-perusahaan besar lainnya. Dalam membranding ataupun menjual produknya mereka tidak harus menggunakan jasa sales untuk memasarkan “door to door” ke rumah konsumen atau harus membuka took yang tentunya memnghabiskan banyak biaya. Cukup dengan membuat sebuah website, kemudian melengkapinya dengan media sosial mereka dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dengan bermodalkan smartphone, laptop dan internet tentunya. Hal ini merupakan peluang besar bagi para pebisnis kecil, menengah hingga kelas atas. Semua dapat berkompetisi secara sehat.
  3. Pendidikan
    Dalam dunia pendidikan pun mengalami perubahan yang signifikan dalam proses belajar dan mengajarnya. Pelajar menjadi lebih cepat memahami pelajaran dengan adanya metode pengajaran berbasis digital dalam bentuk audio visual yang tentunya diberikan oleh para pengajar yang memiliki kecakapan IT yang “mumpuni”. Sumber belajar yang tidak terbatas dengan adanya mesin pencari “Google” yang menyediakan literasi-literasi yang berhubungan dengan pelajaran. Hal ini tentunya menjadi keuntungan bagi pelajar jaman now, asalkan mereka pandai memanfaatkan teknologi tersebut untuk hal-hal yang positif. Untuk para pengajar juga mendapatkan kemudahan dalam memberikan materi, merancang pembelajaran dan melakukan evaluasi atau penilaian kepada peserta didiknya melalui aplikasi-aplikasi baik gratis maupun berbayar. Di era digital ini, proses pembelajaran bisa dikatakan “paperless” atau sudah jarang menggunakan kertas sehingga sekaligus dapat menggalakkan gerakan “Go Green” karena tidak menghabiskan kertas/buku lagi dengan adanya e-book, e-learning dan e-test. Pembelajaran pun dapat dilaksakan dengan efektif, efisien dan bahkan menyenangkan melalui digitalisasi.
  4. Kehidupan sehari-hari
    Dalam kehidupan sehari-hari teknologi pun cukup banyak membantu. Beberapa start up yang muncul dan memecahkan masalah dalam kehidupan masyarakan bermunculan satu per satu, sebut saja Go-Jek yang membantu masyarakat dalam mencari fasilitas transportasi dengan mudah bahkan telah berkembang menjadi aplikasi pesan antar barang jualan, makanan dan lain sebagainya sehingga masyrakat tidak perlu repot untuk harus keluar rumah cukup dengan sentuhan ke layer smartphone masing-masing. Hal ini juga menjadi pembuka lapangan kerja bagi yang ingin menjadi mitra start up tersebut. Ingin membeli produk atau barang keperluan rumah tangga, kita tidak perlu repot-repot ke pasar, supermarket ataupun pusat perbelanjaan. Sekali lagi, cukup dengan mengunjungi website produk tersebut, kita dapat melakukan pemesanan online.

Nah, untuk generasi milenial sendiri seperti yang telah disebutkan di atas mendapatkan peluang yang terbuka lebar di segala aspek. Terutama dalam mendapatkan tambahan “uang jajan” ataupun pekerjaan professional yang bisa menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah dengan memiliki kecakapan IT dan kreativitas. Di era digital ini ada beberapa pekerjaan-pekerjaan baru yang bermunculan dan cukup berpotensi serta menjanjikan penghasilan yang lebih tanpa harus mengikuti jam-jam kantor seperti pegawai kantoran ataupun pegawai negeri. Beberapa “pekerjaan kekinian” itu adalah sebagai Berikut:

  1. Youtuber
    Di era digital ini, Youtuber mulai di kategorikan sebagai suatu pekerjaan oleh para milenials. Tidak main-main, penghasilan seorang youtuber terkenal dalam perbulan, bisa mengalahkan10x lipat dari gaji pegawai kantoran ataupun pegawai negeri. Namun hal ini perlu ditunjang dengan usaha dan kreatifitas. Seorang Youtuber perlu membuat konten-konten yang menarik agar penonton tertarik dan semakin banyak. Adapun kontennya dapat berupa Pendidikan seperti belajar bahasa inggris seperti Andika Wira atau lebih dikenal dengan julukun “skinnyfabs” karena selalu menampilkan pembelajaran bahasa inggris khususnya british dalam bentuk video lucu dan menyenangkan sehingga para “subscribernya” (istilah untuk penonton yang berlangganan) betah bahkan selalu menunggu update-an video dari skinnyfabs. Ada juga yang berbentuk Vlog (Video Blog) baik itu wisata kuliner, wisata tempat-tempat menarik, dan sebagainya. Ada pula yang me-review sebuah produk baik itu gadget, game dan masih banyak lagi. Intinya sebagai seorang youtuber, harus memiliki ide yang kreatif dan inofatif agar video mereka disukai. Untuk kebanyakan generasi milenial menjadi seorang youtuber adalah cita-cita mereka.
  2. Dropshipper/Afiliater
    Generasi milenial yang punya “otak” Bisnis biasanya akan memilih opsi kedua ini. Kenapa? Karena untuk menjadi seorang dropshipper atau afiliater tidak memerlukan modal yang besar dan terbilang cukup mudah. Hanya bermodalkan laptop, smartphone dan internet dengan ditambahkan website/blog dan media sosial mereka bisa menjual barang tanpa harus memproduksi atau memiliki barang tersebut. Untuk beberapa toko online biasanya memang menyediakan program afiliasi ataupun dropshipping jadi mereka cukup mendaftar ataupun menyediakan website/blog/media sosial untuk mempromosikan barangnya.
  3. Blogger/Writer
    Bagi yang memiliki kemampuan jurnalistik atau suka menulis biasanya akan memilih untuk menjadi blogger/writer. Menjadi seorang writer kurang lebih hampir sama dengan menjadi seorang youtuber, yaitu harus membuat konten yang menarik namun dalam bentuk tulisan. Namun saat ini, banyak blogger yang mengkombinasikan tulisan dan video youtube dalam website/blognya. Mereka juga memanfaatkan website/blog mereka sebagai sarana promosi atau jualan (dropship ataupun afiliasi).

Berdasarkan poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa website/blog dapat menjadi sarana publikasi yang efektif dan dapat mencakup semua poin yang diperlukan oleh generasi milenial untuk bisa menjalankan pekerjaan/bisninya di era digital. Namun ingat, ini bukan hanya untuk para milenials. Semua orang yang dapat memanfaatkan teknologi digital memiliki kesempatan untuk bisa sukses di era digital saat ini. Untuk itu, langkah pertama yang saat ini sebaiknya diambil adalah dengan menciptakan “brand” melalui website. Untuk membuat website yang professional maka dibutuhkan Hosting dan Domain (Top Level Domain: .com; .id; .net dan lain-lain). Kenapa? Karena ini akan menunjukkan “profesionalitas” dari seorang bloger atau webmaster.
Beberapa orang mungkin akan bingung apa itu hosting dan domain? Kalian dapat mengeceknya di website DOMAINESIA atau klik url berikut https://www.domainesia.com/panduan/apa-itu-domain-hosting-ssl-website/. Intinya hosting dan domain merupakan syarat utama dalam membuat sebuah website professional. Adapun untuk mendapatkan Hosting Murah dan Domain Murah kalian dapat mengunjungi DOMAINESIA.

Image result for domainesia
https://www.domainesia.com

Adapun cara membuat blog atau website profesional, juga dapat kalian lihat di situs resmi domainesia atau klik tautan berikut! https://www.domainesia.com/tips/cara-membuat-blog-profesional/ . Kalian akan mendapatkan “pencerahan” yang cukup berfaedah dan mudah dipahami dalam membuat blog ataupun website.

Era Digital ini sudah seharusnya ditanggapi secara positif dan bijak oleh semua orang. Ibarat pepatah “Man behind the Gun” senjata itu tergantung orang yang menggunakan jika di manfaatkan secara positif maka akan bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak. Begitupun sebaliknya, jika dimanfaatkan secara negatif maka akan merugikan dirinya sendiri dan orang banyak. Oleh karena itu mari kita tetap berkarya, kembangkan ide kreatif dan positif agar bermanfaat bagi diri sendiri, orang banyak, bangsa dan negara. Merdeka! Hidup Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hi,
How can we help you?
Powered by